June 3, 2012

Semua Berawal dari Hati

Tumpukan kerinduan untuk menulis, membawa menulis dan bercerita (lagi). Menulis lagi untuk meluapkan segala rasa.
Mood bisa terjun payung kayak paralayang atau mulai baik kayak balon udara. Segala gundah gulana yang dirasakan manusia. Sama. Up and Down and Up again. Lalalala~
Seorang teman, sebut saja Baas, merekomendasikan menonton Film yang berjudul The Secret, yang bercerita tentang, "Semua yang kita jalani dalam hidup ini berdasarkan kekuatan Law of Attraction". Jika didalami, memang benar juga, karena semua sugesti yang terbentuk dari dalam diri, itulah yang mendukung menjadi kenyataan. Sesuai dengan Janji Allah bahwa "Aku adalah sesuai prasangka hamba-Ku". Jadilah...
Always make a positive thinking and the universe will conspire to make it a reality :)


Niat dari hati, terbentuk dalam pikiran, dan kekuatan keyakinan pada Sang Maha Pencipta akan membuat alam semesta saling berkonspirasi mewujudkan yang tertanamkan dalam hati, menjadi kenyataan yang indah pada waktunya.

Sedikit cerita tentang hati. Aku belajar sesuatu. Berawal dari ajakan Madam Vanny untuk riset mengenai vaksin, yang diawali dari Konsorsium Vaksin Nasional, dan muncul ketertarikan untuk ini. Dari beberapa pilihan vaksin, ada mengenai rabies, dengue, hepatitis B, dan satu lagi (lupa hehe). Tergerak untuk ikut dalam riset vaksin Hepatitis B, dan ternyata ada kawan lain, sebut saja Oca dan Willy yang juga tertarik. Jadilah tim riset ini. 

Secara sudah memillih, tentunya mulai mempelajari mengenai penyakit ini. Hepatitis B. Awalnya tidak tahu sama sekali, apa itu Hepatitis B ? menyerang bagian tubuh apa? Ternyata, sedikit baca dan baca. Ini penyakit yang menyerang hati. Dalam perkuliahan bioteknologi kesehatan, bioinformatika, dan imunologi di semester 6 ini sangat rasanya mendukung untuk makin mempelajari lebih dalam. Sedikit berbagi informasi secara tidak formal, dari yang saya pelajari, bahwa Hepatitis itu ada beberapa macam, dari A hingga G. Namun, di seluruh dunia saat ini, populasi terbanyak yang adalah pengidap penyakit Hep. A, B, dan C. Mengenai tingkat bahaya, yang paling berbahaya adalah Hep B dan C. Penyakit yang berasal dari virus ini memang tidak mudah diprediksi, dan yang paling menyedihkan adalah belum ada informasi yang dapat muncul sebagai tanda bahwa penyakit hepatitis itu ada di dalam tubuh manusia, kecuali melakukan tes laboratorium. Sedih. Apalagi saat seorang teman bercerita bahwa saudaranya yang mengidap hepatitis B dan dikabarkan meninggal secara tiba-tiba. Mungkin itu juga yang menjadi landasan update masa kini, alat diagnostik penyakit  merupakan hal penting dan dibutuhkan pada masa kini.

Terkadang terfikir, apakah ada hubungan antara niat, pemikiran, sikap, dan penyakit ?
Isna memang belum menjadi anak sholeh yang benar-benar mendalami Al-Quran, namun sepertinya itu memang ada keterkaitan dan dapat dipelajari lebih dalam. 












Aku ingin menjaga hati. Hatiku. Hati orangtua. Hati keluargaku. Hati calon imamku. Hati orang-orang sekeliling yang kusayang supaya sehat dan bercahaya.

Ya Tuhan, Yang Maha Segalanya.
Izinkan hambaMu ini dapat menjalankan riset ini dengan baik, ingin dapat berguna, ingin dapat mendesain vaksin ini sehingga dapat mencegah penyakit masuk ke dalam tubuh manusia sehingga dapat memberikan kesempatan hidup manusia lain untuk dapat beraktivitas yang penuh makna dan manfaat.

Ya Tuhan, Yang Maha Penyayang.
Walau aku tahu Engkau bukan blogger, namun Penulis Skenario Hidupku yang Maha Indah. 
Saat aku bercerita ini, aku yakin Engkau Maha Melihat, Engkau Maha Tahu apa yang ada dihati ini. Kumohon, jauhkan hati hamba dari penyakit hati, iri, dengki, sombong, takabur, musyrik, syirik, fitnah, ghibah, dan lainnya yang buruk.
Kumohon, jadikan hati ini bersih, sehat, selalu dalam lingkaran kebaikan, untuk bisa jadi manusia yang  penuh manfaat, selalu jalanMu yang penuh kebaikan.

Hanya PadaMu ya ALLAH yang Maha Esa aku memohon dengan segala kerendahan hati.
Semoga Bisa. Bimbinglah hambaMu ini ya Rabb, Maha Penggenggam Hati.

Hambamu yang lemah,


Isna :)
Bogor, 3 Juni 2012.

No comments:

Post a Comment