January 6, 2013

2012 nya Isna (part 2 : april mei juni)



April. Dari mulai bulan ini seorang Isna belajar yang namanya paper fusion biotek dan elektro juga belajar paper internasional. Paper fusi biotek dan elektro dengan mengambil judul Sinkronisasi Frekuensi Sonar Lumba-lumba pada Frekuensi Otak Anak Penderita Autis coba di submit ke e- Indonesia Initiatives Forum 8, Konferensi dan Temu Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi Untuk Indonesia di Bandung diterima. Alhamdulillah. Dari abstrak terus olah jadi paper, revisi, respon, dan persiapan presentasi. Lokasi di bandung, tepatnya di ITB. Tadinya berniat ikut konferensinya dan menyaksikan presentasinya tanggal 8 april 2012 berdua bareng Sam k Bandung, tapi gak jadi deh. Hehe. Sam aja yang berangkat cukuplah. Lanjut di April, ada yang lucu bin amazing di 18 april 2012, UAI kedatangan tamu Perdana Menteri Inggris Cameron David, dan pada saat public speechnya, ada seseorang fotografer yang minta izin untuk foto Isna, Okky dan temen2. Selesai acara, kita sempet cari fotografer itu, maksudnya mau simpan foto yang beliau foto tadi, etapi gak ketemu lagi fotografernya. Malam tiba, secara tiba-tiba Habib ngabarin kalau ada foto kita masuk twitter PM Cameron David itu. Wkwk! Kirain fotografer luar aja karena banyak media massa, ternyata itu fotografer PM nya. Huahaha. Ada-ada aja =)) Dan April itu dihiasi paper bioinformatika chitosanase LP2M yang bersama Ibu Vanny dan Kak Arif Lelono Arum yang di submit ke I-SIMBIOMAS Malaysia diterima. Dari situ mulai putar otak, berfikir, berfikir, berfikir, analisa, analisa, analisa, menulis, menulis, dan menulis. Yang jelas dari proses ini seorang Isna jadi merasa sebuah statement “Sesuatu yang berharga, tidak diperoleh dengan mudah” itu sangat tepat. Air mata jadi teman baik saat momen-momen seperti itu. Hehe. Cengeng :”)

 Capture info dari Habib pas selesai acara

Tweet dari twitter PM Cameron David :D


Foto yang difoto sama fotografernya PM ;D

Mei. Proses pembuatan paper bioinformatika untuk I-SIMBIOMAS Malaysia belum selesai karena revisi revisi revisi. Itulah kenapa air mata masih setia jadi teman baik saat itu. Down. I just feel so stupid, and dunno what should I do. Lucunya, pernah suatu saat, setelah revisi paper diri ini jadi diam, duduk di bangku kuliah paling belakang sendirian dibalik komputer pas kelas bioinformatika, hanya untuk menahan tangis karena benar-benar rasanya tidak ada pilihan lain selain harus bertahan dan menyelesaikan paper. Dan beruntungnya aku berada disekeliling teman yang baik, tulus dan perhatian. Peluk! Di bulan ini juga ada serunya Teleconference sama temennya Madam cantik di USA, yaitu Dr Amy Wiles. Sebelum teleconference pakai alat kampus, dicoba via skype dan bisa. Haha. Conversation hanya berdua sama Dr. Amy bikin dag dig dug, malu banget harus bicara apa. Hehe. Tapi sesuai pepatah madam “Push harder to the limit right, Isna” its true!

Skyping with Dr. Amy Wiles

Juni. Paper bioinformatika chitosanase sudah beres revisi dan dikirim ke panitia. Kemudian waktunya berfikir tentang keberangkatan ke Malaysia untuk bulan Juli yang harus single trip. Sebenernya ini hal gila, ga kebayang. Harus siap mental, fisik, materi, dan uang. Seorang yang jadi anak manja tapi merasa harus berusaha juga untuk memenuhi impian ini. Walau sebenarnya Bapake sempet bilang, “Jangan tergantung siapa-siapa, hitung dan bilang akan perlu berapa.” Aaaa Bapake :* :”) Tapi sebagai anak juga merasa dong ya gak mau membebankan orang tua terus-terusan, mau mencoba usaha terlebih dahulu. Puter otak cari dana. Pencarian informasi yang cukup terlambat sebenernya untuk keberangkatan bulan Juli tapi baru cari informasi pencarian dana di Juni. Ini jadi pelajaran tersendiri, karena ternyata untuk publikasi hasil penelitian dan sejenisnya, banyak kementerian yang cukup bisa dicoba submit proposalny tersebut, seperti Kemenpora, Kemendikbud, Dikti, pihak lain baik swasta misalnya sponsorship maupun negeri. Well, saat ke Biro Kemahasiswaan bertanya tentang ini, diberi saran untuk submit k alokasi dana senat fakultas atau HIMA. Singkatnya, langsung bikin pertemuan dengan senat FST dan diskusi, mereka menemani k Pak Ary untuk diskusi, finally anak senat kasih bantuan dengan alokasi dana FST yang kemudian kita akan mengadakan FST sharing sebagai salah satu program kerja senat FST. Sebenernya minggu-minggu itu cukup mengharukan, apalagi quote faikar “Jangan hanya karena uang kita jadi gak berkarya, harus jadi jalan.” 8-9 Juni 2012 Biotechfair berjalan cukup sukses. Congratulation guys! 15 Juni 2012 Teleconference UAI- Mercer USA dengan Dr Amy Wiles berjalan dengan baik. Ihiw!

Biotechfair success. congrats! 

Teleconference Bioinformatics Lecture UAI - Mercer University, USA

to be continue...

No comments:

Post a Comment