Ide lagi meluap. Keinginan menulis lagi membuncah. Yah ini adalah
segelintir akibat dari tidak melepaskan emosi lewat menulis dalam kurun waktu
lalu. Tolong biarkan jemari ini teruskan apa yang ingin ia ungkapkan :)
Semenjak pulang tradisi lebaran Indonesia "mudik" kemarin, selalu ada cerita baru,
untuk kali ini entah harus sedih atau bahagia.
Semenjak itu seorang Isna menjadi perempuan yang sedikit berubah
juga, lebih tepatnya dalam menerima kekonyolan seorang kakak yang sudah lama
tidak hadir disamping. Biasanya hanya makan nasi, namun semenjak dia pulang
dari Papua, tertawa juga menjadi makanan sehari-hari. Menerima kegilaannya sama
saja menggila bersama dengan celoteh yang minta ampun isengnya. Yayaya pasal
satu "kakak selalu benar" dan pasal kedua "kalau kakak salah,
balik ke pasal satu dan adik harus nurut" sial. Haha. But, I'm
still always enjoy it. Punya kakak satu ini memang tak ada duanya. Sebut saja andalan! :p
Semenjak beberapa bulan lalu, Isna mulai tercebur dalam
skenarioNya yang Indah berjudulkan Penelitian, kemudian yang terjadi, maka
terjadilah. Untuk Indonesia, Orangtua, dan Pendidikan ini.
I know that i know nothing. I remember, how small i am. how small
my knowledge and skill.
The journey begin now!
Research menurut oxforddictionaries berarti
"the systematic investigation into and
study of materials and sources in order to establish facts and reach new
conclusions"
If i will do research means i will be researcher.
Am i ready?
Menjadi peneliti itu ternyata tidak mudah. Seorang peneliti juga
menjadi perencana, bendahara, sekretaris, analis, pembelajar dengan rasa berani, ingin tahu, kritis, dan idealis harus tertanam didalamnya.
Berawal dari perencana, semua langkah yang akan dilakukan harus
dicari tahu dengan baik, benar, dan mendetail beserta segala kebutuhan didalamnya
harus tersusun dengan lengkap.
Setelah perencanaan barang kebutuhan tersusun, dilakukanlan
pemesanan berbagai barang. Disini aku banyak sekali belajar. Ya belajar belanja
lebih tepatnya. Haha.
Sebelum penelitian, Isna adalah seorang perempuan yang malas
belanja baik untuk window shopping ataupun memang belanja untuk shopping
ini itu barang kesukaan perempuan. Belanja itu gak banget lah. Buang-buang
uang. Capek dan bosen iya.
Namun perubahan pun terjadi semenjak mengurusi deretan bahan penelitian,
mulai tumbuhlah jiwa belanjanya. Haha.
Disini belajar yang namanya belanja langsung pada banyak vendor,
memilih vendor, menawar harga bahan yang diberikan, menyeleksi kualitas, harga
serta waktu yang ditawarkan, kemudian melakukan pemesanan secara resmi institusional.
Menurut Ibu Pembimbing yang cantik, memilih bahan dan vendor ini harus cermat
dalam kualitas, harga, dan waktu. Oia, hal yang gak boleh dilupakan adalah sabar
kalau harus dikejar-kejar vendor, baik dari penawaran hingga pembayaran yang
pengejarannya via sms, telp, bbm, whatsapp, email. Haha menggila memang mengurus kayak gini, tapi pengalaman berharga yang seru juga.
Setelah pengurusan bahan, saatnya melakukan ekperimen dalam lokasi
penelitian. Tiap bidang penelitian, punya lokasi berbeda dan dalam hal ini tempatku di Laboratorium. Bahkan masuk Laboratorium ini juga punya cerita
amat menegangkan. Wkwkwk.
"Push harder to the limit
right"
To be continue ---










No comments:
Post a Comment