Semenjak lulus, muncul cukup banyak kalimat "wah Isna berubah ya...", "Isna beda ya sekarang..."
Hhe. Saya mengerti maksud kalimatnya..bukan mengarah ke fisik, tapi perubahan sikap. Saya yang sekarang sepertinya bersikap lebih terbuka dan lebih senang bercanda (atau mungkin terlalu bercanda?) dibanding yang lalu..
Entah suka atau ketidaksukaan maksud dari kalimat seperti itu. Tapi saya sedang menjalani diri yang apa adanya...supaya tidak fokus ke ada apanya..haha.
Semenjak merantau (dari Bogor ke Bandung), membawa jiwa ini cukup berbeda dari biasanya. Saya memilih mengiyakan tawaran mengerjakan tugas akhir di Bandung pun karena sedang menantang diri sendiri untuk tumbuh dan berkembang lebih mandiri. Setidaknya berkurang (sedikit) rasa manja dan ogo, tapi sepertinya masih tetap ada ego juga. huhu.
Kisaran tiga bulan lalu, setelah lulus dan menjelang wisuda..menjadi waktu awal yang paling apa adanya sikap saya terhadap sekitar.
Selagi menunggu wisuda, saya menjalani pekerjaan dalam proyek konsorsium. Sejak skripsi, berkenalan dengan Ibu Bapak di dalam Konsorsium ini yang brilliant, terbuka, senang berbagi ilmu, dan seru. Menjadikan mereka sebagai mentor saya dan saya pun berada di atmosfer penuh keilmiahan juga kejujuran. Membawa saya membentuk atmosfer yang baru juga. Jika saya ingin libur, maka saya katakan akan liburan. Sedang jenuh, ya bilang jenuh. Lagi senang ya bilang senang. Bahagia ya mengekspresikan bahagia. Jika norak ya begitulah. Saat semangat membara, ya bergerak dan ingin menularkan.
Hal ini saya lakukan ke teman-teman genks (-genks alien, teman yang setempat laboratorium), kakak-kakak di Lab.,teman dan sahabat saya, bahkan kepada PI (Principal Investigator) saya dalam proyek ini. Hehe.
Terlalu jujur? Bisa jadi. Karena berpura-pura pun bisa akan melelahkan. Iya gak sih? :)
Beberapa minggu yang lalu pun saya membaca sebuah buku, mengingatkan saya tentang semua hal yang kita jalani betapa berada di tangan yang Maha Kuasa dan prasangka kita. Jika ada yang membuat kecewa atau marah, apa orang/ pihak tersebut begitu berharga hingga kita terlarut dalam kemarahan? Buang waktu. Hanya menyiakan usia yang kita miliki jika terlalu banyak waktu yang kita habiskan untuk memikirkan hal-hal yang membuat emosi. Sabar.
Kalau kata Bunda, jangan perhitungan untuk berbuat baik, memang kamu tahu umur kamu sampai kapan ?
Jleb.
Baiklah...
Bahagialah...Apa adanya :)
Tapi setuju sama Kang Tulus, jangan cintai aku apa adanya...
dan seperti kata Pak Anies Baswedan di @turuntangan...I love you almost full..
supaya cinta tumbuh dan berkembang....
Postingan ini untuk mengikuti giveaway echaimutenan dalam tema Mencintai dan Berdamai dengan Diri-Sendiri GA2015 :))
Btw, ini postingan kedua di tahun 2015 setelah dua tahun saya absen ngblog loh. Haha.
Kangen banget!
Oleh karena apa adanya, dengan apa adanya saya katakan bahwa insyAllah jika masih diberi waktu, saya akan berulang tahun minggu depan tanggal 7 februari minggu depan. Semoga giveaway ini bisa diperoleh juga sebagai kado. Ehehehe :p
Punten ya Teh Echa...Nuhun sudah diberi challenge untuk menulis lagi..
Gerimis setelah hujan di kota kembang yang mulai menjadi kota penuh taman.
Hujan membawa kesegeraan bunga bermekaran di taman dan di hati semua. Amiin :)
29 Januari 2015
07.57 pm.
Hhe. Saya mengerti maksud kalimatnya..bukan mengarah ke fisik, tapi perubahan sikap. Saya yang sekarang sepertinya bersikap lebih terbuka dan lebih senang bercanda (atau mungkin terlalu bercanda?) dibanding yang lalu..
Entah suka atau ketidaksukaan maksud dari kalimat seperti itu. Tapi saya sedang menjalani diri yang apa adanya...supaya tidak fokus ke ada apanya..haha.
Semenjak merantau (dari Bogor ke Bandung), membawa jiwa ini cukup berbeda dari biasanya. Saya memilih mengiyakan tawaran mengerjakan tugas akhir di Bandung pun karena sedang menantang diri sendiri untuk tumbuh dan berkembang lebih mandiri. Setidaknya berkurang (sedikit) rasa manja dan ogo, tapi sepertinya masih tetap ada ego juga. huhu.
Kisaran tiga bulan lalu, setelah lulus dan menjelang wisuda..menjadi waktu awal yang paling apa adanya sikap saya terhadap sekitar.
Selagi menunggu wisuda, saya menjalani pekerjaan dalam proyek konsorsium. Sejak skripsi, berkenalan dengan Ibu Bapak di dalam Konsorsium ini yang brilliant, terbuka, senang berbagi ilmu, dan seru. Menjadikan mereka sebagai mentor saya dan saya pun berada di atmosfer penuh keilmiahan juga kejujuran. Membawa saya membentuk atmosfer yang baru juga. Jika saya ingin libur, maka saya katakan akan liburan. Sedang jenuh, ya bilang jenuh. Lagi senang ya bilang senang. Bahagia ya mengekspresikan bahagia. Jika norak ya begitulah. Saat semangat membara, ya bergerak dan ingin menularkan.
Hal ini saya lakukan ke teman-teman genks (-genks alien, teman yang setempat laboratorium), kakak-kakak di Lab.,teman dan sahabat saya, bahkan kepada PI (Principal Investigator) saya dalam proyek ini. Hehe.
Terlalu jujur? Bisa jadi. Karena berpura-pura pun bisa akan melelahkan. Iya gak sih? :)
Beberapa minggu yang lalu pun saya membaca sebuah buku, mengingatkan saya tentang semua hal yang kita jalani betapa berada di tangan yang Maha Kuasa dan prasangka kita. Jika ada yang membuat kecewa atau marah, apa orang/ pihak tersebut begitu berharga hingga kita terlarut dalam kemarahan? Buang waktu. Hanya menyiakan usia yang kita miliki jika terlalu banyak waktu yang kita habiskan untuk memikirkan hal-hal yang membuat emosi. Sabar.
Kalau kata Bunda, jangan perhitungan untuk berbuat baik, memang kamu tahu umur kamu sampai kapan ?
Jleb.
Baiklah...
Bahagialah...Apa adanya :)
Tapi setuju sama Kang Tulus, jangan cintai aku apa adanya...
dan seperti kata Pak Anies Baswedan di @turuntangan...I love you almost full..
supaya cinta tumbuh dan berkembang....
Postingan ini untuk mengikuti giveaway echaimutenan dalam tema Mencintai dan Berdamai dengan Diri-Sendiri GA2015 :))
Btw, ini postingan kedua di tahun 2015 setelah dua tahun saya absen ngblog loh. Haha.
Kangen banget!
Oleh karena apa adanya, dengan apa adanya saya katakan bahwa insyAllah jika masih diberi waktu, saya akan berulang tahun minggu depan tanggal 7 februari minggu depan. Semoga giveaway ini bisa diperoleh juga sebagai kado. Ehehehe :p
Punten ya Teh Echa...Nuhun sudah diberi challenge untuk menulis lagi..
Gerimis setelah hujan di kota kembang yang mulai menjadi kota penuh taman.
Hujan membawa kesegeraan bunga bermekaran di taman dan di hati semua. Amiin :)
29 Januari 2015
07.57 pm.









lingkungan memang berpengaruh besar ya mak.
ReplyDeletewaa mo ulang tahun,
ReplyDeleteayo semangat nulis blog lagi ya :) Salam kenal
ReplyDelete