This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

August 25, 2017

Mencoba Kenikmatan Lapis Kekinian Bogor, Bika Bogor Talubi

Makanan sudah menjadi bagian utama dari kebutuhan manusia. Makanan pokok ataupun makanan ringan sekarang makin beragam. Peningkatan modifikasi dan inovasi makanan semakin terlihat, bukan saja dari segi bentuk dan rasa, nama-nama makanan sekarang pun unik. Suatu hal wajar keunikan dari makanan ditonjolkan untuk menarik pasar. Satu fenomena unik yang sedang hits sekarang adalah panganan oleh-oleh.
Oleh-oleh Bogor (dok. banyumurti.net)

Sudah menjadi berita viral tentang oleh-oleh (buah tangan) berupa kue kekinian khas artis Ibu kota. Beberapa kota di Indonesia sudah menjadi pasar kue kekinian tersebut, sebut saja kota Bogor yang mulai punya BogorRaincake dari artis Shireen Sungkar & Teuku Wisnu dan Princesscake dari artis Syahrini. Kue kekinian dengan kepopuleran nama besar artis sudah wajar jika banyak buat penasaran masyarakat, tapi di samping itu kita butuh peningkatan kemajuan dari segi industri rumah tangga supaya warga asli Bogor dapat berkarya dan karyanya dirasakan oleh warga Bogor juga.
 
Bogor PrincessCake (dok. @bogorprincesscake)

Nah, ini pas banget disaat saya mendapat kiriman kue lapis khas Bogor buatan warga Bogor. Kue ini termasuk baru dalam memasuki pasar di Bogor. Nama kuenya Bika Bogor Talubi. Cobain yuk! Pertama, saat mendapat kirimannya berupa dus rapi dan setelah dibuka isinya 3 kotak kue lapis yang beragam warnanya.
Usut punya usut, Bika Bogor Talubi ini punya 5 varian rasa :
1   1. Lapis Kekinian Talubi Talas Original
Lapis kekinian dengan croissant di tengah dan diatas bolu lembut serta dipadukan lapis bogor original yang terbuat dari talas dan ubi menjadikan ketagihan di setiap gigitannya.
Lapis Kekinian Talubi Talas Original (dok. pribadi)

2   2. Lapis Kekinian Talubi Redvelvet Vanilla
Lapis Kekinian dengan taburan cookies Red Velvet diatasnya serta croissant diantara lapis redvelvet vanilla menjadi paduan lembut, mewah dan nikmat.
3   3. Lapis Kekinian Talubi Talas Greentea
Lapis Kekinian dengan taburan greentea. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa greentea memberi efek relaksasi pada tubuh setelah memakannya.
4   4. Lapis Kekinian Talubi Talas Oreo
Bika Bogor Talubi membuat inovasi toping yang kekinian, yaitu perpaduan talas bogor dan oreo. Gurihnya oreo dapat dirasakan bersama talas bogor dikue kekinian ini nih.
5   5. Lapis Kekiniaan Talubi Talas Cokelat
Lapis kekinian berlapis cokelat ini ada yang special, yaitu cokelatnya yang dilapis double makin membuat kuat rasa cokelatnya pada lapis talas bogor ini.

Lapis Kekinian Merah Putih (dok. pribadi)

Satu lagi yang special adalah Lapis Talas Edisi Spesial Kemerdekaan
Lapis Kekinian Merah Putih
Taburan manisnya gula dan cookies red velvet diatasnya membuat lapis redvelvet vanilla yang digulung bolu ini memberi semangat untuk memakannya.
Untuk lapis kekinian merah putih memang hanya ada dari tanggal 14-20 Agustus 2017.

Potongan Lapis Bogor Talubi

Kebetulan lapis talas talubi yang saya rasakan ada tiga. Pertama, Lapis Kekinian Talubi Original. Lapis bolu dan ubinya terasa berbeda memberikan cita rasa masing-masing, ditambah memang cruncy dari croissant yang dihadirkan di tengahnya. Kue lapis memang jarang sekali menghadirkan kerenyahan ditengah kelembutan kue. Kedua, Lapis Kekinian Merah Putih. Yeah, saya mendapatkan lapis penuh semangat ini! Haha. Warnanya yang menggambarkan edisi kemerdekaan memang bisa menjadi daya tarik tersendiri bersamaan euphoria kemerdekaan Republik Indonesia tercinta. Merdeka! Ketiga, Lapis Kekinian Talubi Cokelat. Untuk lapis satu ini memang juara rasanya, cokelatnya sungguh kuat hingga menempel dan terus terasa di lidah tanpa rasa giung (terlalu manis), jadi pas sekali berpaduan dengan bolu lapis talas ini. Yummy!

Lapis Kekinian Talubi Cokelat (dok. pribadi)

Oups, penasaran coba kan? Lapis Kekinian Talubi menjadi sebuah jawaban baru sebagai pilihan oleh-oleh produk Indonesia khas kota Bogor. Harga yang ditawarkan pun terjangkau sekali, hanya Rp 25.000. Dimana saja ya bisa mendapatkan Lapis Kekinian Talubi ini? Di Bogor sudah ada 3 outlet, yang beralamatkan :
1.       Jl. Padjajaran 20M, Bogor
2.       Jl. Sholeh Iskandar 18B, Bogor
3.       Jl. Raya Gadog Sebelah Vimalla Hills, Puncak Bogor.



Nah, jajaran outlet tersebut bisa kamu singgahi untuk memborong Lapis Kekinian Talubi. Selain itu, kamu bisa kepoin Bika Bogor Talubi ke nomor WA : 0888-4829-626 dan Line @bikabogor. Oke, tunggu apalagi? Kalau bukan sekarang cobain, kapan lagi? Buruuuaan! :D

April 30, 2016

Harmoni Ruwat Bumi bersama PMI

Sebuah harmoni antara Palang Merah Indonesia (PMI), Palang Merah Amerika (Amcross), dan Institut Teknologi Bandung (ITB) dapat dirasakan dampaknya pada bulan April 2016. Tiga buah karya berupa infografis dan videografis kerjasama antara PMI dan ITB telah diluncurkan pada 22 April 2016. E-book atau infografis tersebut berjudul sebagai berikut : 1. Potensi Kebencanaan Iklim, 2. Kapasitas Adaptif, dan 3. Kerentanan Iklim. Karya bersama ini dipublikasikan bersamaan dengan Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April 2016.
Hasil riset Institut Teknologi Bandung tertuang dalam buku tersebut. Salah satu isi buku tersebut memaparkan pengembangan smart climate change model memproyeksikan curah hujan, temperatur, dan analisis parameter tersebut di wilayah Bogor, Depok, dan Jakarta. Bogor memiliki temperatur terendah, Jakarta bertemperatur tertinggi dan depok diantara keduanya. Dibandingkan Depok dan Jakarta, Bogor memiliki curah hujan tertinggi. Hal ini disebabkan oleh faktor lokal hujan orografi karena berada antara 3 gunung (Gunung Salak, Pangrango, dan Gunung Gede).
Pada riset ini juga memproyeksikan cadangan air tanah, tutupan lahan, dan konsumsi penduduk terhadap air tanah berpengaruh pada kerentanan cadangan air di Jakarta. Menurut hasil proyeksi, Jakarta utara adalah daerah tingkat kerentanan cadangan air tanah paling tinggi. Selain itu, Jakarta Utara sebagai daerah yang bersinggungan langsung dengan Laut Jawa juga mendapat ancaman kenaikan muka laut. Hasil simulasi menggunakan pndekatan IPCC dan subsidence menunjukkan bahwa kenaikan muka berada di wilayah Penjaringan, Pademangan, Tanjung Priok, Cengkareng, dan Tambora menjadi daerah dengan tingkat rendaman air laut paling tinggi pada 2100.
Hasil riset tersebut mendukung salah satu program Palang Merah Indonesia yaitu Program Pengurangan Resiko Terpadu Berbasis Masyarakat (PERTAMA) di wilayah perkotaan yang telah dimulai sejak tahun 2012 hingga 2017. PMI meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan masyarakat di sepanjang DAS Ciliwung, satu dari 13 sungai besar yang melintasi Jakarta.


Dengan momentum peringatan Hari Bumi, 22 April, Palang Merah Indonesia (PMI) dengan dukungan Palang Merah Amerika (Amcross) bekerjasama dengan pemerintah daerah Kabupaten Bogor dan Jakarta Utara serta komunitas Ciliwung dan Masyarakat, menggagas RUWAT BUMI, kegiatan peduli Ciliwung melalui susur sungai dan aksi bersih sungai untuk menggugah kesadaran pemangku kepentingan dan masyarakat untuk menjaga bumi, Ciliwung, dan ekosistemnya.

March 31, 2016

Saat asam berpadu manis



Tepat pada tanggal 21 Maret 2016, PT. Chocomory -sebuah anak perusahaan PT. Cimory- mengadakan media gathering di Cimory Riverside dalam rangka melaunching sebuah produk inovatif yang rasanya belum ada bandingannya (bagi saya). Sebagai pecinta cokelat putih (ya, saya pemakan cokelat putih dibanding cokelat biasa). Siang itu saya merasakan sebuah perpaduan antara cokelat putih dan yogurt yang menghasilkan suatu rasa yang enak dan pas. Kenapa? Karena biasanya saat saya memakan cokelat putih, begitu manis dan legit, jika berlebihan di mulut akan terasa eneg dan hal ini tidak terjadi pada produk ini. Yes, i like it! Rasanya ? Lebih baik kamu cepat coba sendiri! :D

There is a way . . .



"There is a way to be good again"


January 29, 2015

Apa adanya atau ada apanya (?)

Semenjak lulus, muncul cukup banyak kalimat "wah Isna berubah ya...", "Isna beda ya sekarang..."
Hhe. Saya mengerti maksud kalimatnya..bukan mengarah ke fisik, tapi perubahan sikap. Saya yang sekarang sepertinya bersikap lebih terbuka dan lebih senang bercanda (atau mungkin terlalu bercanda?) dibanding yang lalu..

Entah suka atau ketidaksukaan maksud dari kalimat seperti itu. Tapi saya sedang menjalani diri yang apa adanya...supaya tidak fokus ke ada apanya..haha.
Semenjak merantau (dari Bogor ke Bandung), membawa jiwa ini cukup berbeda dari biasanya. Saya memilih mengiyakan tawaran mengerjakan tugas akhir di Bandung pun karena sedang menantang diri sendiri untuk tumbuh dan berkembang lebih mandiri. Setidaknya berkurang (sedikit) rasa manja dan ogo, tapi sepertinya masih tetap ada ego juga. huhu.

Kisaran tiga bulan lalu, setelah lulus dan menjelang wisuda..menjadi waktu awal yang paling apa adanya sikap saya terhadap sekitar.

January 16, 2015

Kabur dari Lab

Aku sudah lama sekali tidak menulis di blog. Ah, ya aku mulai bisa menulis lagi di blog saat ini karena setelah kabur dari Lab dalam seminggu ini. haha. Sebut saja kabur...ah, rindu..aku rinduu...rindu menulis..
Kabur dari Lab minggu ini membawa saya untuk sementara mengubah fokus yang biasa di Lab sekarang menuju ke depan laptop...mengerjakan PR menulis.

Pola yang biasa dikenal dalam dunia penelitian, setelah riset berlanjut ke publikasi ilmiah. Suatu perwujudan karya dan identitas bagi peneliti dengan berbentuk paper yang dimuat dalam jurnal karya ilmiah. Siapa sih yang tidak kenal apa itu publikasi..apalagi untuk orang-orang yang berjiwa ilmiah tinggi, suka menchallenge dirinya untuk publikasi ke jurnal ilmiah sekelas Scopus, Elsevier, Sciencedirect dsb. Seperti Journal of Virology, Journal of Microbiology, Nature untuk bidang biologi, bioteknologi, dst., IEEE untuk bidang elektro dan informatika, AJIL untuk bidang hukum, JIE untuk bidang ekonomi, dsb. Selain daftar jurnal luar negeri tersebut, Indonesia juga punya jurnal yang sudah terindex scopus. Jadi terkadang tidak perlu jauh mencari karena yang dibutuhkan ada di dekat kita :) (lho?)

Dalam sebuah meeting akhir tahun 2014 kemarin, ada brainstroming pola pemikiran yang baru dan menarik untuk dipelajari yaitu pentingnya mendaftar paten, kemudian dapat melakukan publikasi ilmiah.
Karena biasanya jika dimulai dari publikasi, hanya ada waktu 6 bulan untuk mendaftarkan paten. Sedangkan jika lewat dari waktu tersebut, tidak dapat dipatenkan lagi.



August 17, 2013

Semenjak . . .

Ide lagi meluap. Keinginan menulis lagi membuncah. Yah ini adalah segelintir akibat dari tidak melepaskan emosi lewat menulis dalam kurun waktu lalu. Tolong biarkan jemari ini teruskan apa yang ingin ia ungkapkan :) 

Semenjak pulang tradisi lebaran Indonesia "mudik" kemarin, selalu ada cerita baru, untuk kali ini entah harus sedih atau bahagia. 
Semenjak itu seorang Isna menjadi perempuan yang sedikit berubah juga, lebih tepatnya dalam menerima kekonyolan seorang kakak yang sudah lama tidak hadir disamping. Biasanya hanya makan nasi, namun semenjak dia pulang dari Papua, tertawa juga menjadi makanan sehari-hari. Menerima kegilaannya sama saja menggila bersama dengan celoteh yang minta ampun isengnya. Yayaya pasal satu "kakak selalu benar" dan pasal kedua "kalau kakak salah, balik ke pasal satu dan adik harus nurut" sial. Haha. But, I'm still always enjoy it. Punya kakak satu ini memang tak ada duanya. Sebut saja andalan! :p

Semenjak beberapa bulan lalu, Isna mulai tercebur dalam skenarioNya yang Indah berjudulkan Penelitian, kemudian yang terjadi, maka terjadilah. Untuk Indonesia, Orangtua, dan Pendidikan ini. 
I know that i know nothing. I remember, how small i am. how small my knowledge and skill.
The journey begin now!

Research menurut oxforddictionaries berarti "the systematic investigation into and study of materials and sources in order to establish facts and reach new conclusions"
If i will do research means i will be researcher. Am i ready?

Menjadi peneliti itu ternyata tidak mudah. Seorang peneliti juga menjadi perencana, bendahara, sekretaris, analis, pembelajar dengan rasa berani, ingin tahu, kritis, dan idealis harus tertanam didalamnya.